Rabu, 06 Mei 2015

Ada CintaNya, di Balik Ujianmu!

Ada CintaNya, di Balik Ujianmu!
Oleh : Rudifillah El Karo





Saudaraku...
Pernahkah engkau merasakan penatnya hidup...
Ketika air mata tak sanggup lagi melukiskan bebanmu...
Ketika saudaramu tak lagi mampu jadi teman berbagi...
Seolah bumi tak lagi bersahabat dengan suasana hatimu...

Ingatlah saudaraku...
Saat itu Allah sedang menunjukkan cintaNya padamu.
Cinta yang pernah Allah letakkan pada Nabi Ibrahim saat mengujinya dengan api.
Cinta yang pernah Allah lukiskan di hati Nabi Ayyub dengan ujian penyakit
Cinta yang pernah Allah hujamkan pada Rasulullah Muhammad ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ dengan ujian dari kaum kafir.
Cinta yang sama, yang pernah Allah tanamkan di hati para nabi melalui ujian.
Meski kadarnya tak sama, tapi itu adalah bagian dari Cinta Allah.

Saudaraku...
Allah bebankan masalah di pundakmu, agar engkau menunduk Sujud padaNya.
Allah teteskan kepedihan di qalbmu, agar air matamu mengalir mengingatNya.
Allah letakkan kesempitan dihatimu agar engkau mengingatNya, melapangkan hati.
Semua karena Allah mencintai Do'a dan sujudmu, memohon padaNya.

Saudaraku...
Bukankah mereka yang beriman pasti Allah uji ?
Sebagai pembuktian bahwa kita orang yang beriman.
Beriman pada Allah saat lapang dan sempit.
Lalu, pantaskah kita memohon syurga tanpa ujian ?
Ya, Orang beriman pasti mendapat ujian.

Saudaraku...
Jika hari ini pundakmu terlalu berat menahan masalahmu.
Saat itu, sajadah menunggumu untuk bermunajat.
Saat itu juga Allah sedang menantimu untuk memohon.
Memohon belas kasih dan cintaNya.
Karena setiap ujian adalah bentuk cintaNya.

PSDM DTI ODOJ.

Selasa, 05 Mei 2015

Memaafkan itu CINTA

By: Ummu Adib.


Selalu ada sisi berbeda dalam memandang suatu hal bagi insan dalam berukhuwah. Jangan khawatir saudariku sayang... Karena Rabb ciptakan dunia ini memang dengan keberagaman. Setiap diri sejatinya berusaha menyajikan yang terbaik dengan sisi pemikirannya.

Saudari syurgaku...
Saat berbeda sisi, jangan menjadikan qalb diri menjadi penuh noda dengan titik-titik kebencian.

Tahukah saudariku sayang...
Sesungguhnya hidup dalam amarah dan fikiran buruk tentang insan lain sangat lelah dan merugi. Memendam fikiran buruk dan sakit hati terus menerus sejatinya serupa seperti diri meminum racun... Namun berharap insan lain yang sakit. Sungguh hal yang sia-sia.

“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar. ”
[QS. Fushilat: 34-35]

Ibnu Katsir ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ menerangkan: “Bila kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat buruk kepadamu maka kebaikan ini akan menggiring orang yang berlaku jahat tadi merapat denganmu, mencintaimu, dan condong kepadamu sehingga dia (akhirnya) menjadi temanmu yang dekat.

Ibnu ‘Abbas ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ mengatakan:
Allah ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰ memerintahkan orang beriman untuk bersabar di kala marah, bermurah hati ketika diremehkan, dan memaafkan di saat diperlakukan buruk. Bila mereka melakukan ini maka Allah ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰ menjaga mereka dari (tipu daya) setan dan musuh pun tunduk kepadanya sehingga menjadi teman yang dekat’ .”
[Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim 4/109]

Bila diri beriman dengan kesungguhan kepada qadha' dan qadar, maka sudah sepatutnya diri lapang. Dengan memaafkan, diri belajar merelakan. Merelakan bahwa apa yang terjadi pada diri adalah bagian dari takdir Rabb. Dan tidaklah Rabb menggariskan sesuatu, melainkan memiliki hikmah di baliknya. Mereka hanya pemeran dari takdir kehidupan seperti diri kita.

Forgiveness is not something we do for other people.
We do it for ourselves, to get well and move on.

Memaafkan itu CINTA. Cinta kepada diri, juga Cinta kepada saudari kita karena Rabb.

#Semangat Tilawah
#Semangat Menjadi Pribadi Indah

-ummu adib-

Tabayyun.


Tabayyun

By: Rudifillah el Karo


Saudaraku...
Maukah engkau ku tunjukkan satu cara memuliakanku?
Sebagai tanda cintamu kepadaku karena Allah.
Agar aku jauh dari musibah fitnah di muka bumi ini.
Juga untuk menjaga kemuliaanmu di hadapan Allah dan ummat manusia.
Yaitu; jika ada berita tentangku... Tabayyunlah...

Sungguh, sifat tabayyun itu hanya Allah letakkan di hati ORANG BERIMAN.
Orang yang berhati-hati dalam menjaga diri dan saudaranya.
Orang yang tidak ingin ada musibah yang menimpa diri dan saudaranya.
Karena dia tahu setiap PRASANGKA adalah BERITA PALING DUSTA.

"Karena sesungguhnya prasangka adalah berita yang paling dusta." (HR Al-Bukhari dan Muslim)

“Jauhilah kalian dari kebanyakan prasangkaan, sesungguhnya sebagian prasangka adalah dosa” (QS al-Hujuraat: 12)

Saudaraku...
Bukankah Rasulullah pernah mengajarkan kepada kita tentang menjaga diri dari buruknya prasangka.
Bahwa jika prasangka itu benar maka ia adalah ghibah dan jika tidak maka ia adalah fitnah.
Maka jangan pernah jerumuskan dirimu dalam perkara ini, apalagi itu tentangku.
Sebagai bukti bahwa engkau memuliakanku karena Allah.

Jika nanti kita bertemu di akhirat...
Aku ingin bertemu denganmu sebagai saudara yang saling menjaga kehormatan.
Sebagai golongan yang bertabayyun karena cinta.
Sebagai kaum yang menjaga lidah dari fitnah dan ghibah.
Sebagai orang yang saling mencari udzur bagi saudaranya.

Saudaraku...
Mari saling menjaga dengan bertabayyun.

Divisi Tarqiyah Imaniyah PSDM ODOJ
DTI/32/04/05/2015
oaseodoj@gmail.com

Sabtu, 25 April 2015

Surat Cinta Untuk Para Istri (dari para Suami)..

Surat Cinta Untuk Para Istri..
By: Rudyfillah El Karo.


Wahai para wanita mulia..
Tahukah engkau bahwa pesonamu adalah sumber semangat kami para suami.
Pesona yang engkau taburi dengan hiasan iman,.
Pesona yang engkau sampaikan dengan santun pada kami.
Dengan bahasa lembut dan penuh kharisma,..
Bahasa yang akan kami jadikan sebagai perindu disaat kita jauh.

Ada pengorbanan dalam setiap sentuhanmu, yg membuat kami teguh bersamamu.
Engkau temani kami sejak kami bukan apa-apa dengan kesabaraan,.

Senin, 20 April 2015

Mengapa Takut Di Kritik??

Mengapa Takut Di Kritik??

By: Rudianto Surbakti.



Saudaraku...
Sering kita berharap jika karya kita akan memuaskan semua orang.
Bekerja keras, dengan obsesi karya tanpa cela.
Karena memdapati selalu ada yang kurang dan tak sempurna.

Jika pada Allah saja, manusia masih sering merasa Dia tidak adil.
Jika Rasulullah yang Mulia saja masih banyak dibenci kaum kafir.
Maka adakah engkau berharap karyamu akan memuaskan kesemua manusia ?
Masihkah engkau berharap jika karyamu tidak mendapat kritik ?

Jika mendapatkan pengakuan baik dari semua manusia adalah mustahil, 
Mari kita mulai berfikir untuk tidak khawatir terhadap kritik lagi.
Karena hanya dengan kritiklah engkau akan bangun, dengan kritiklah engkau akan menjadi lebih baik.
Meski kadang terasa pahit, namun itu adalah pil yang paling menyehatkan ide-idemu.

"Orang yang paling aku sukai adalah orang yang menunjukkan kesalahanku." (Umar bin Khattab)

"Jika karena pandangan itu aku dikatakan tidak mengerti. Aku bersyukur kepada Allah semoga hal itu bisa mengurangi beban hisabku di hadapan Allah." (Abdul Latif Khan).

Ingatlah seharusnya terdapat kesyukuran yang terselip diantara kritik yang ada.
Karena dengan kritiklah kita akan tahu apa itu menjaga hati.
Fahamilah terdapat kenikmatan diantaranya.
Yaitu kenikmatan pengakuan bahwa kita adalah manusia.
Pengakuan bahwa kita adalah makhluk lemah, lemah dihadapan Allah.

Jika satu prestasi itu adalah satu bintang yang bercahaya.
Tidakkah engkau takut jika terlalu banyak bintang akan menyilaukanmu ?
Menutupi pandangan indahmu dengan silau dari ketawadhuan.
Dan kritiklah yang akan memadamkan sinar tersebut.
Membuat engkau tetap dalam lintasan yang ada.
Membuat engkau tetap terjaga dari rasa bangga.

Besyukurlah jika ada yang masih mengkritik karyamu,
Karena itu berarti Allah peduli padamu.
Karena itu berarti mereka peduli padamu.

Wallahu'alam.

®Rumah Dakwah Indonesia

Rabu, 15 April 2015

Satu Detik Lagi.

Satu Detik Lagi.

By : Rudianto Surbakti.



Sahabatku,..
Tahukah engkau kapan Malaikat maut menjemputmu?
Tahukah engkau kapan Allah akan memuliakan atau menghinakanmu?
Tahukah engkau kapan Saudaramu, Sahabatmu, dan Orang terdekatmu Meninggalkanmu?
Satu detik lagi, Ya Satu detik lagi,..

Ingatlah bahwa dalam satu detik kedepan, akan banyak hal terjadi.
Kemuliaanmu bisa runtuh, Hartamu dan Anak Istrimu bisa Hilang.
Atau satu detik lagi enggak akan berada di Sisi Maikat maut..
Satu detik lagi, satu detik yang akan menjadi sejarah.

Cobalah renungi satu detik yang baru saja terlewati..
Kemana dia pergi, dan kapankah dia kembali?
Satu detik yang baru terlewati, adakah ketaqwaan yang engkau tanam?
Ataukah maksiat, kebencian dan dusta yang engkau kerjakan?

Jika satu detik yang lalu tak pernah kembali, dan satu detik kedepan adalah kematianmu.
Maka tidak ada Alasan untuk tidak melakukan ketaatan pada Allah.
Tidak juga ada Alasan untuk menunda kebaikan..
Karena waktu yang tepat mencari ridho Allah adalah detik ini.
Waktu yang paling tepat untuk menyambut kematian kita adalah detik ini.
Ya Detik ini, Detik yg sedang kita jalani sekarang..

“Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah)..." (Al Jumu'ah : 8)

Sahabatku,..
Jika semua yang ghaib tentang waktu, tidak bisa kita ketahui..
Jika semua yang ghaib tentang penghancur nikmat (kematian), tidak bisa kita prediksi.
Maka harusnya kita tidak pernah berfikir "Satu detik lagi akan kukerjakan".

Wallahu'alam.

Selasa, 14 April 2015

Hadiah Sejuta Cinta untuk Pejuang Dakwah.

Hadiah Sejuta Cinta untuk Pejuang Dakwah.

Oleh : Rudianto Surbakti


Ketika kita menginjakkan kaki dalam barisan dakwah.
Ketika kita mulai membuka pintu hati untuk menerima amanah.
Saat itulah kita akan Allah hujani dengan berbagai definisi tentang CINTA.
Ya Cinta! Cinta yang sampai detik ini kita selalu tafsirkan dengan bahasa berbeda.

Cinta yang Pertama adalah Cinta Illahiyah.
Cinta yang Allah hujamkan kesetiap hati-hati orang yang berbaris di Jalan-Nya.
Mereka yang berjuang karena kerinduan pada Rabb nya.
Siap menginfakkan seluruh jiwa dan raganya untuk mengambil bagian dari Cinta Rabbnya, walau hanya bagai setetes air di laut.

Cinta yang kedua adalah Cinta dari Rasullullah.
Siapa yang tak mengharapkan cinta ini???
Cinta yang membayangkannya saja, membuat mata meneteskan bulir bening.
Cinta yang penuh kerinduan, kerinduan menatap wajahnya, mendengar suaranya menyebut "ummati... ummati...".
Tak ada yang lebih berhak mendapatkan cinta ini kecuali mereka yang berjuang di jalan-Nya.

Cinta ketiga adalah Cinta dari Diri Sendiri.
Ini adalah Cinta yang unik, yang kita peroleh dari diri kita sendiri.
Orang yang begerak dalam dakwah, adalah orang yang menyayangi dirinya, ia khawatir jika jasadnya tidak mendapatkan ridho Allah.
Cinta ini membawa pemiliknya senantiasa menggerakkan hati dan lisannya hanya untuk ridho Allah.
Sungguh beruntung mereka yang memperoleh cinta dari dirinya sendiri.

Cinta yang keempat adalah Cinta dari Pejuang dakwah.
Tak ada kalimat yang lebih baik di akhirat kelak kecuali ucapan dari saudara seperjuangan kita :
"Dimana si Fulan, dulu kami sama-sama berjuang di jalan dakwah ?".
Kalimat inilah yang mengetarkan penghuni akhirat, dan yang dirindukan mereka yang terpeleset.
Karena dengan kalimat ini Allah bebaskan kita dari perihnya api Neraka Jahannam.

Cinta yang kelima adalah dari malaikat.
Cinta yang Allah hujamkan pada perjuang dakwah akan menjadikan malaikat pun Cinta padanya.
Malaikat akan merindukan mereka di Syurga.
Memberikan salam dengan kalimat terbaik saat menjemputnya menuju kridhoan-Nya.

Cinta yang keenam adalah dari Keluarga.
Tak ada kecintaan yang lebih besar pada istri, suami, anak-anak daripada melihat mereka berkumpul dalam majelis Allah.
Akan ada sejuta cinta dan kesetiaan dari suami yang melihat istrinya berjibaku dalam dakwah.
Menjadi bidadari dunia dan akhirat, karena ia sadar kelak istrinya akan menjadi bidadarinya di syurga.
Dan ada berjuta keteduhan dari hati seorang istri pada suaminya yang mewakafkan diri dalam dakwah.
Keteduhan yang menjaga niat agar tetap lurus di jalan-Nya.
Tidak ada hadiah terindah di dunia melainkan seolah Istri/Suami yang berjalan di jalan dakwah.

Cinta yang ketujuh sampai kesejuta adalah Cinta dari Sasaran Dakwah.
Ada jutaan cinta, doa dan kasih sayang dari mereka yang berubah dari tangan pendakwah.
Setiap kesyukuran mereka adalah bentuk Cinta.
Setiap kebaikan mereka adalah Cinta.
Setiap perubahan mereka adalah Cinta.
Setiap jiwa-jiwa mereka yang merindukan syurga adalah Cinta.

Untukmu saudaraku, para pejuang dakwah...
Jangan tinggalkan jalan ini, tetaplah berbaris walau hanya menjadi sebutir pasir.
Jangan biarkan sejuta cinta ini terlewat...
Walau hanya satu cinta.
Karena dengan cintalah, kelak engkau mendapatkan Ridho-Nya.


Spesial untuk teman2 seperjuangan di DTI PSDM-ODOJ, Rumah Dakwah Indonesia, dan Kajian Online Hamba Allah.